Diari Hati

Friday, July 31, 2009

yesterday....

Yesterday

I just can’t believe you’re gone
Still waiting for morning to come
Wanna see if the sun will rise even without you by my side
When we have so much in store tell me what it is I’m reaching for
When we’re through building memories I’ll hold yesterday in my heart
In my heart

Chorus
They can take tomorrow and the plans we made
They can take the music that we’ll never play
All the broken dreams take everything
Just take it away
But they can never have yesterday
They can take the future that we’ll never know
They can take the places that we said we would go
All the broken dreams take everything
Just take it away
But they can never have yesterday

You always used to say I should be thankful for every day
Heaven knows what the future holds or at least how the story goes
(But I never believed them till now)
I know I’ll see you again I’m sure no it’s not selfish to ask for more
One more night one more day
One more smile on your face but they can’t take yesterday

Chorus

I thought our days would last forever
(But it wasn’t our destiny)
‘Cause in my mind we had so much time
But I was so wrong
Now I can believe that I can still find the strength in the moments we made
I’m looking back on yesterday

Chorus

All the broken dreams take everything
But they can never have yesterday

.....

Emosi aku bergelora lagi... baru saja radar hati hendak mencecah radius - radius kegembiraan, terus jatuh berderai dengan berita 30/7/2009... ya... semalam...

Semalam yang pedih... semalam yang menyiat hati aku... semalam yang membuatkan hati aku yang tenang, bergelora sakan... dan semalam juga.. air mata aku tumpah lagi... ( hingga saat ini pun.. masih berderai.. masih membasahi pipi..)

Bak kata Bib... dia memang pejuang sejati.. pejuang dalam dimensi.. realiti... dunianya tersendiri... sejak lapan bulan lalu... dia cukup gagah berjuang... membuatkan setiap doktor yang merawatnya tidak boleh berkata tidak... menyakinkan ayah dan ibunya agar tidak berputus asa padanya... membuatkan aku sentiasa tidak gagal mengingatinya... mendoakannya....

Dan akhirnya... dia tersenyum tatkala Kekasih Agung menjemputnya....

Sejak semalam... sejak dia kami kembalikan kepada penciptaNya... hati aku tak henti mengingatinya.... tak henti menangis walaupun aku tahu kala itu, aku perlu kuat.... perlu tabah untuk sahabatku...

Tapi menangis bersamanya membuatkan aku mengerti seti hakikat ini.... hakikat perit kehilangan.. meredhakan seseorang yang paling kita sayang...

Kala aku menerima berita... segalanya seolah terhenti.... masa menjadi tepu.... akal dan hati seolah menjadi lohong yang gelap... yang gelap... yang panjang....

Dan ketika aku memecut ke tanah perkuburan... aku tak ingat apa-apa selain daripada mahu sampai situ secepat yang mungkin....

Memeluk si sahabat seeratnya.... tempias duka itu melekat kejap dalam hati aku... menyabarkan si sahabat... air mata aku tahan semahunya... Melihat dia rebah... demi Allah... mahu saja aku meraung...

Dan waktu ini... aku terasa yang aku sedang menyandar pada bahu seseorang dengan dipeluk erat.. menenangkan aku... Tapi realitinya.. aku masih menangis keseorangan....

posted by Shanika Latisha at 2:12 AM

0 Comments:

Post a Comment

<< Home